Kamis, 09 Mei 2024

Memberi dengan Sukacita Mendatangkan Berkat


Ayat Bacaan : II Korintus 9:6-15

Saudara-saudariku yang Tuhan Yesus kasihi, Shalom!

Pertama-tama penulis mengucapkan Selamat Merayakan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Peristiwa ini membawa pengharapan yang sungguh dan bukti bahwa ALLAH yang kita percayai sangat berkuasa. Ia terangkat ke Surga berkendara awan, dan dalam iman akan kembali untuk kali kedua mengangkat kita semua orang percaya.

Seorang petani dalam mengusahakan kebunnya pasti ingin hasil panen yang melimpah. Untuk mencapai tujuan itu jumlah bibit yang ditanam harus banyak dan memenuhi lahan yang ada. Supaya pada saat menuai, ada sukacita karena tersedianya pasokan yang melimpah.

Inilah inti dari perikop bacaan kita di saat ini. Surat Paulus kepada jemaat di Korintus mengajarkan tentang prinsip tabur tuai. Siapa yang menabus banyak, akan menuai banyak. Sedangkan panen yang sedikit diakibatkan karena tuaian yang sedikit pula.

Saudara-saudariku, hal ini berlaku dalam hal memberi. TUHAN akan melimpahkan segala kasih karunia-Nya supaya kita senantiasa berkecukupan dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan dalam berbagai kebajikan.

TUHAN menghendaki kita untuk memberi dengan kerelaan hati, bukan dengan paksaan atau sedih hati. Dalam memberi kita harus melandasi dengan belas kasihan sebagaimana teladan sempurna dari Tuhan Yesus.

Saudaraku,

Kita merupakan alat bagi kemuliaan ALLAH. Semua talenta, harta, kuasa dan jabatan adalah titipan dari Sang Pencipta. Ia menghendaki kita untuk berbuah dan memperlabakan semua yang ada pada kita sebagai kasih-Nya terhadap ciptaan-Nya.

Semua yang kita miliki adalah sementara. Maka selama masih ada kesempatan, gunakanlah berkat yang ada pada kita untuk puji dan hormat nama-Nya (Amsal 3:9). Kita dapat memberi kepada mereka yang membutuhkan, berbagi dengan yang lapar dan haus, memberi tumpangan, melawat yang sakit, mengunjungi yang di penjara, serta memberi pakaian bagi yang telanjang.

Lakukanlah semua itu sebagai bentuk ungkapan syukur terhadap kasih setia ALLAH yang kita nikmati. Landasi semua yang kita lakukan seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23; Matius 25:45).

TUHAN kita adalah ALLAH yang sanggup melimpahkan kasih karunia-Nya. Kita tidak perlu takut karena Ia akan menyediakan benih bagi kita untuk dilipatgandakan menjadi buah-buah kebenaran.

Saudara-saudariku,

Kepada siapa yang banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut. Kepada siapa yang banyak dipercaya, dari padanya akan lebih banyak dituntut (Lukas 12:48). Maksud dari ayat alkitab ini ialah kita diberikan berkat berupa talenta, harta, kuasa, dan jabatan bukan untuk dinikmati sendiri. Melainkan kita harus menjadi perpanjangan tangan dari kasih ALLAH. Kita dituntut untuk senantiasa memberi dengan sukacita.

Saudara-saudariku yang dihibur dengan firman ALLAH,

Kita hanyalah alat dan saluran berkat bagi sesama. Jangan khawatir akan hari esok karena TUHAN maha menyediakan. Burung pipit yang tidak bekerja saja dipelihara, bunga bakung yang di padang didandani dengan begitu indah. Apalagi kita orang percaya (Matius 6:25).

Tuhan Yesus juga mengajarkan kita supaya tidak serakah. Jangan mementingkan diri sendiri. Keserakahan hanya akan menjadi penghalang antara kita dengan TUHAN maupun sesama. Kita harus mematikan seluruh hasrat duniawi karena menjadi akar dari perbuatan jahat (Kolose 3:5)

Percayalah lewat kita, nama TUHAN akan senantiasa dipuji dan dimuliakan. Miliki sifat murah hati sama seperti Tuhan Yesus yang penuh belas kasihan. Sikap memberi tidak hanya memenuhi kebutuhan orang lain, tetapi melimpahkan pengucapan syukur mereka kepada ALLAH karena ketaatan kita (II Korintus 9:12-13).

Akhirnya,

Jadilah anak-anak TUHAN yang mau senantiasa memberi kepada sesama dengan penuh sukacita. Jangan mementingkan diri sendiri apalagi kuatir akan masa depan karena ALLAH sumber berkat akan melimpahkan kasih karunia-Nya bagi kita. Serahkanlah seluruh hidup kita sebagai ucapan syukur bagi-Nya. Amin, Haleluya.

Renungan rohani kristen, renungan harian kristen, penjelasan II korintus 9: 6-15, 2 korintus 9:6-15, memberi dengan sukacita membawa berkat, renungan tentang memberi, renungan kasih, renungan alkitab memberi, hal memberi dalam alkitab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kuasa Dalam Perapian Yang Menyala-nyala

Ayat Bacaan : Daniel 3:1-30 Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Shalom! ALLAH menginginkan kita untuk percaya kepada-...