Ayat Bacaan : II Korintus 9:6-15
Saudara-saudariku yang
Tuhan Yesus kasihi, Shalom!
Pertama-tama penulis mengucapkan Selamat
Merayakan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Peristiwa ini membawa pengharapan
yang sungguh dan bukti bahwa ALLAH yang kita percayai sangat berkuasa. Ia terangkat
ke Surga berkendara awan, dan dalam iman akan kembali untuk kali kedua
mengangkat kita semua orang percaya.
Seorang petani dalam mengusahakan kebunnya
pasti ingin hasil panen yang melimpah. Untuk mencapai tujuan itu jumlah bibit
yang ditanam harus banyak dan memenuhi lahan yang ada. Supaya pada saat menuai,
ada sukacita karena tersedianya pasokan yang melimpah.
Inilah inti dari perikop bacaan kita di saat
ini. Surat Paulus kepada jemaat di Korintus mengajarkan tentang prinsip tabur
tuai. Siapa yang menabus banyak, akan menuai banyak. Sedangkan panen yang
sedikit diakibatkan karena tuaian yang sedikit pula.
Saudara-saudariku, hal ini berlaku dalam hal memberi. TUHAN akan melimpahkan segala kasih karunia-Nya supaya kita senantiasa berkecukupan dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan dalam berbagai kebajikan.
TUHAN menghendaki kita untuk memberi dengan
kerelaan hati, bukan dengan paksaan atau sedih hati. Dalam memberi kita harus
melandasi dengan belas kasihan sebagaimana teladan sempurna dari Tuhan Yesus.
Saudaraku,
Kita merupakan alat bagi kemuliaan ALLAH. Semua
talenta, harta, kuasa dan jabatan adalah titipan dari Sang Pencipta. Ia
menghendaki kita untuk berbuah dan memperlabakan semua yang ada pada kita sebagai
kasih-Nya terhadap ciptaan-Nya.
Semua yang kita miliki adalah sementara. Maka
selama masih ada kesempatan, gunakanlah berkat yang ada pada kita untuk puji
dan hormat nama-Nya (Amsal 3:9). Kita dapat memberi kepada mereka yang
membutuhkan, berbagi dengan yang lapar dan haus, memberi tumpangan, melawat
yang sakit, mengunjungi yang di penjara, serta memberi pakaian bagi yang telanjang.
Lakukanlah semua itu sebagai bentuk ungkapan
syukur terhadap kasih setia ALLAH yang kita nikmati. Landasi semua yang kita
lakukan seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23; Matius 25:45).
TUHAN kita adalah ALLAH yang sanggup
melimpahkan kasih karunia-Nya. Kita tidak perlu takut karena Ia akan
menyediakan benih bagi kita untuk dilipatgandakan menjadi buah-buah kebenaran.
Saudara-saudariku,
Kepada siapa yang banyak diberi, dari padanya
akan banyak dituntut. Kepada siapa yang banyak dipercaya, dari padanya akan
lebih banyak dituntut (Lukas 12:48). Maksud dari ayat alkitab ini ialah kita
diberikan berkat berupa talenta, harta, kuasa, dan jabatan bukan untuk
dinikmati sendiri. Melainkan kita harus menjadi perpanjangan tangan dari kasih
ALLAH. Kita dituntut untuk senantiasa memberi dengan sukacita.
Saudara-saudariku yang
dihibur dengan firman ALLAH,
Kita hanyalah alat dan saluran berkat bagi
sesama. Jangan khawatir akan hari esok karena TUHAN maha menyediakan. Burung
pipit yang tidak bekerja saja dipelihara, bunga bakung yang di padang didandani
dengan begitu indah. Apalagi kita orang percaya (Matius 6:25).
Tuhan Yesus juga mengajarkan kita supaya tidak
serakah. Jangan mementingkan diri sendiri. Keserakahan hanya akan menjadi
penghalang antara kita dengan TUHAN maupun sesama. Kita harus mematikan seluruh
hasrat duniawi karena menjadi akar dari perbuatan jahat (Kolose 3:5)
Percayalah lewat kita, nama TUHAN akan
senantiasa dipuji dan dimuliakan. Miliki sifat murah hati sama seperti Tuhan
Yesus yang penuh belas kasihan. Sikap memberi tidak hanya memenuhi kebutuhan
orang lain, tetapi melimpahkan pengucapan syukur mereka kepada ALLAH karena
ketaatan kita (II Korintus 9:12-13).
Akhirnya,
Jadilah anak-anak TUHAN yang mau senantiasa
memberi kepada sesama dengan penuh sukacita. Jangan mementingkan diri sendiri
apalagi kuatir akan masa depan karena ALLAH sumber berkat akan melimpahkan
kasih karunia-Nya bagi kita. Serahkanlah seluruh hidup kita sebagai ucapan
syukur bagi-Nya. Amin, Haleluya.
Renungan rohani kristen, renungan harian
kristen, penjelasan II korintus 9: 6-15, 2 korintus 9:6-15, memberi dengan
sukacita membawa berkat, renungan tentang memberi, renungan kasih, renungan
alkitab memberi, hal memberi dalam alkitab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar