Ayat Bacaan : Efesus 5:1-21
Saudara-saudariku
yang terkasih dalam Tuhan Yesus, Shalom!
Kita
dikehendaki oleh TUHAN untuk menjadi anak-anak terang. Dimana saja kita berada dan
kepada siapa saja kita diutus pergi, wujudkanlah kuasa kasih ALLAH melalui sikap
dan perbuatan kita. Terang itu mencerminkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran.
Lawan dari
terang adalah kegelapan yang tidak berasal dari ALLAH melainkan dari si jahat.
Ia mencemarkan kekudusan ilahi, mencuri damai sejahtera, dan bersifat membinasakan
anak-anak TUHAN (Yoh 10:1).
Apa saja perbuatan jahat itu? Ada percabulan, rupa-rupa kecemaran, maupun keserakahan. Sikap mementingkan diri sendiri, hawa nafsu, dan dengki. TUHAN tidak berkenan kepada hal tersebut. Perikop kita di saat ini mengingatkan kita untuk senantiasa berhati-hati terhadap kuasa kegelapan ini.
Saudara-saudariku,
Sadarkah
kita bahwa kuasa ALLAH dan iblis ada dalam peperangan yang tidak kelihatan?
TUHAN ingin kita sebagai orang percaya untuk senantiasa memilih terang dan
menolak kuasa kegelapan.
Bagaimana
kita dapat hidup dalam terang TUHAN? Satu-satunya cara yaitu menuruti apa yang
diperintahkan oleh-Nya. Kita dapat mengerti apa yang dikehendaki ALLAH bila
kita selalu mendekatkan diri padanya dalam doa, firman TUHAN, maupun dalam
persekutuan.
Surat
Paulus kepada jemaat di Efesus ini mau mengingatkan kita agar hati-hati
terhadap segala rupa penyesatan. Saat ini kejahatan yang terjadi seperti telah
dianggap biasa. Dan inilah cara iblis untuk meredamkan cahaya dari anak-anak
terang.
Kebiasaan
mengingini barang orang lain dan mencuri semakin dibiarkan hanya karena alasan memenuhi
kebutuhan dasar. Padahal yang dilakukan adalah sebuah pembiaran terhadap perilaku
malas. TUHAN sendiri telah berfirman dengan bersusah payah manusia harus
mencari rezeki (Kej 3:17).
Percabulan
dan dunia malam saat ini semakin membudaya dan menjadi gaya hidup di kalangan
muda-mudi. Bahkan menjadi topik pembicaraan yang dianggap gaul dan keren. ALLAH
dengan tegas telah berfirman jangan berzinah (Kel 20:14) dan menjaga kekudusan
tubuh (I Kor 6:19).
Perikop
kita saat ini menegaskan kita untuk tidak mudah disesatkan dan berlaku cemar. Jangankan
berperilaku demikian, disebutkan saja jangan diantara orang percaya (Ef 5:3).
TUHAN sangat mencekam orang yang menyesatkan orang lain (Mat 18:6). Mereka
tidak lain adalah senjata kelaliman yang dikuasai dosa dan si jahat (Roma 6:13.
Saudara-saudariku
yang berbahagia oleh firman TUHAN,
Sebagai
anak-anak terang marilah kita berpegang teguh pada firman-Nya. Giatlah dalam
persekutuan untuk saling menegur dan menasihati di dalam kasih (Ibrani 10:25).
Tunjukkanlah sifat dan perbuatan yang mencerminkan terang Kristus.
Dalam
bertindak, janganlah seperti orang bebal yang sudah tahu suatu kesalahan namun
justru terus menerus hidup dalam dosa. Mintalah tuntunan kuasa roh kudus setiap
saat.
Kita
diminta untuk senantiasa mengerti kehendak TUHAN dalam setiap langkah hidup
kita kedepan (Efesus 5:17). Apa yang TUHAN inginkan pasti mencerminkan terang,
serta mendatangkan sukacita dan damai sejahtera.
Perbiasakanlah
dirimu dalam beribadah (I Tim 4:8) dan memuji TUHAN senantiasa lewat
puji-pujian dan nyanyian rohani. Minta tuntunan hikmat untuk membedakan yang
baik dan yang jahat, serta bijak dalam berteman karena pergaulan yang buruk adalah
penyesatan dan merusak kebiasaan yang baik (I Kor 15:33).
Jadilah anak terang dimana saja kita diutus. Ucaplah syukur dalam segala hal serta saling merendahkan diri dalam persekutuan orang percaya. Tuhan memberkati kita semua, Amin.
renungan harian kristen, renungan rohani kristen, penjelasan efesus 5:1-21, anak terang, hidup sebagai anak-anak terang, renungan anak terang
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar